Sunday, April 1, 2018

Delusional

Ilustrasi: @kulturtava

Nanti aku tahu
kau akan menelponku
dan bertanya, aku dimana?

Setelah dua tahun berpisah
Sudah barang tentu
kau ingin sekali
mengajukkan pertanyaan itu

Bukan hal aneh jika
Tiba-tiba kau menghubungiku
lagi

Kadang kala aku pun merasa
Punya satu kewajiban khusus
yang seolah lama sekali kutinggalkan

Dari tempatku berdiri
Segala sesuatunya berubah
Saat masih kecil
Aku hanya punya satu kekhawatiran khusus
: sepatu baruku menyentuh lumpur

Tapi kini aku menyimpan banyak sekali
rasa takut dalam benak dan mimpiku sendiri

Aku memikirkanmu ketika
Menyetir mobil
Kau yang mendorongku melamuni hal-hal musykil

Saat aku tergila-gila dengan diriku sendiri
Kau yang menyembuhkannya

Maret ini hujan tiba
April menyapunya dengan debu musim panas

Sering kudengar seseorang berteriak di telingaku,
"Kalau ternyata selama ini
kita salah
bagaimana?"

Tapi seperti bahasa asing
aku sulit menerjemahkannya
dalam bahasa ibuku.

Aku memikirkanmu lagi
Ketika tidur
Aku membayangkan
diriku seorang pasien yang dijenguk
masa lalu

Besok adalah hari terakhir puasaku
yang tinggal menunggu dioperasi

Aku tidak sangat khawatir
Tapi terlampau cemas
Ketika dibedah, seorang dokter
Ia tak menemukan kamu

Tapi boleh jadi malah
kamulah dokter itu

Aku setengah sadar
"Hallo?" katamu
Seperti seolah sedang mengangkat telepon
Aku membalas,
Tapi tidak terdengar membalas.
Mungkin saat itu aku sedang sekarat.

Kau berkata lagi,
"Kamu dari mana saja?
Aku mencarimu kemana-mana tau,
tapi kau entah dimana."

Aku di sini, balasku
singkat.

Kemudian situasinya berubah amat cepat
Jam dinding yang memutar ke arah kiri
ke sisi sebaiknya berputar ke arah sebaliknya lagi.

Aku sangat kaget. Ini membuatku sangat kaget
Aku berubah jadi dokter berjubah itu
dan kau
Sementara kau
menjelma pasien pucat
yang terbaring lemah
memanggil-manggil nama
semua orang
yang pernah kau cintai.

Andi Wi

Ajibarang, 1 April 2018

No comments

© Guebaca.com
Maira Gall