Pertunjukan Terpisah

Ilustrasi @kulturtava
Kau tidak bersamaku,
saat aku mencukil-cukil kaleng
susu dengan obeng, dan
seorang anak kecil mengamuk
seperti banteng yang tak dapat
dikendalikan dengan tali kekang
-membanting truk kecil mainannya
hingga patah tiga bagian.

Kau tidak bersamaku,
untuk menjawab ketidaktahuan aku
atas nama alamat jalan yang
dibawa Pak Pos tersesat
dengan paket seberat
batu gunung.

Kau tidak bersamaku,
saat-malam-hujan-turun
selurus-lurusnya jatuh
sederas-deras itu, kau tidak bersamaku

saat tujuh
usia bohlam lampu kamar putus
dan Ibuku berteriak, "Terus!"
ketika aku memutar cagak antena
di samping rumah terbengong
-bengong mencari arah.

Kau tidak bersamamaku,
saat aku menatap ubin
memungut uang koin
di depan meja kasir
dan seorang perempuan berjilbab menggeser
sepatu talinya dengan kikuk.

Kau tidak bersamaku, untuk
malam suntuk, dan bayang
-bayang pohon bonsai menyerupai kuda poni terbang
bertanduk, menyerupai rambut
badut raksasa, menyerupaimu
secara fana
namun selembut nyata-nyatanya.

Kau tidak bersamaku, untuk
memberitahuku dunia ini begitu luas
dan indah,
meski tanpamu
dan kita, tak berperan bersama
satu panggung lagi

(2017)

No comments

Powered by Blogger.