Tuesday, January 16, 2018

Meridian

Ilustrasi @kulturtava

Semoga di antara kita
ada gurun
yang menyesatkan tujuan
dan mengubur dengan pasir
semoga di antara kita ada angin Besar!
yang menghapuskan mimpi
yang membawa terbang
keinginan yang kuat.
pertemuan memang pintu yang lebar-lebar kubuka
dan mempersilakan
hari-hari, waktu dan keresahan
yang melelahkan.
Sedang aku rumah kosong
yang mencintai kebaikan
di dalam sini
kau tak pernah meneliti
garis bujur yang kubuat
yang memperagakan bagaimana kalau kita berdua melewati setiap pergantian hari cuaca, musim dan hal-hal penting.
hingga kutahu duniaku
adalah dunia, yang tidak pernah kaulihat
dan aku tidak berhak memaksa
kauhuni dan tinggal
begini sebenarnya, memikirkanmu hanya membuatku seperti dalam
jeruji bujur yang kuciptakan sendiri. Menikmati yang berputar. Menetapkan kapan aku yang tidak mampu berbuat apa-apa
kembali berjalan dan melewati
musim yang berganti
bersepeda berangkat dan pulang sekolah bersamamu
tanpa rasa apa-apa.

Nganjuk, 2018

Eb (pseudonim), suka kopi, madu dan cenderung suka menyembunyikan sesuatu. Sering menulis puisi namun sayang, tak mengijinkan Ibunya membaca -kesedihannya. 

No comments

© Guebaca.com
Maira Gall