Thursday, January 11, 2018

Kita yang Menjadi Kita Hari Ini

Ilustrasi: kompasiana/andiwi

Hallo. Kau bicara lagi perihal
masa depan, yang sungguh
sudah sepekan ini
kau yang biasanya pendiam,
jadi cerewet sekali, seperti kau
yang seperti kau saat ini.

Bukankah kau tahu betul bahwa
vakansi ini
lebih mirip huruf braille
yang diraba-raba
disentuh permukaannya
sementara kita sama tahu
di sana tidak ada apa-apa.

Kau bahkan selalu marah!
Acapkali waktu tergelincir
Namun kerap kali
buat dirimu sendiri terkilir.

Seekor kura-kura punggung wajan, yang kita lihat di pasar malam
tidur terlentang
menatap langit,
hatinya sengit, berkelahi
dengan tempurungnya sendiri
ia tahu, saat fiuh panjang
dan napas pendeknya tersengal selalu gagal dalam usahanya
membalik badan.

"Tindakan kura-kura itu
memang menyedihkan," komentarmu
Aku setuju.
Tapi kita tak akan berhenti sampai di sini, katamu lagi.
Aku setuju.
Dan tidak merindukan apa pun
hari ini. Aku tak setuju.

Tapi lalu kau raih tanganku
sambil hati-hati,
melewati kura-kura itu
melewati waktu
menggandeng tanganku
yang nurut. Setelah sanggup
mengutuki hari-hari seperti hari
yang mengubah kita menjadi
Kita yang seperti hari ini.

(2016)

No comments

© Guebaca.com
Maira Gall