Thursday, January 18, 2018

Kita Teman

Ilustrasi @a.b.photoart

Untuk kebaikan kita berdua, kau sebaiknya tak perlu menghubungiku lagi. Ini tidak normal. Aku sedang dalam perjalanan melupakanmu dan lagipula tiga bulan mendatang kau akan menikah.

Berbahagialah. Akhirnya permainan ini selesai dan kau pemenangnya.

Jangan mengira aku, kau tahu, ingin dihubungimu meski berkali-kali kau bilang kita masih bisa berteman. Kita memang berteman. Tapi jangan menghubungiku lagi. Sebab kali ini aku memintamu dengan suara seorang teman yang meminta temannya untuk mencari kesibukan lain, yang lebih seru.

Temanku, pahamilah. Ini sangat normal. Bukan bermaksud ingin mengabaikanmu tapi kau benar-benar bisa lakukan segalanya selain bersamaku.

Maafkan aku jika mulai hari ini berubah jadi teman yang tak menghibur. Lagipula, toh, kau sudah tahu semua trikku yang dulu kutunjukkan padamu. Meski kadang kau mengganggapnya itu tidak lucu, namun selalu berhasil buatmu tersenyum. Sekarang cukup sudah. Sebab seperti katamu, semua lelucon buruk harus diakhiri bukan?

Kini jangan hubungi aku lagi. Karena aku yakin kau punya jadwal yang menuntut untuk dipenuhi. Kau mungkin punya delapan rencana untuk mengundangku hadir di pesta pernikahanmu. Tapi sebaiknya simpan saja undangan makan malam itu untuk teman-teman lainmu.

Namun, temanku, jika saja aku tidak sedang sibuk dengan kebutuhanku sebagai manusia yang cenderung memiliki kegiatan memperbaiki perkakasnya, aku pasti datang. Berlagak ke tempatmu seolah aku siap untuk duduk menyaksikanmu di pelaminan itu.

Akan tetapi seperti yang pernah kubilang padamu, temanku, di dunia ini tak ada yang bisa kujanjikan. Seperti alasan takut bila hari esok tiba-tiba terlalu terhormat untuk dijalani sebagai hari normal.


I'll Try Anything Once 


No comments

© Guebaca.com
Maira Gall