Selamat Jalan Sampai Jumpa


Kupikir aku akan pergi. Cuacanya sungguh menarik untuk bepergian. Udara kering yang setengah asap, setengah alami. Tak apa. Aku selalu siap jika harus pergi. Sebab aku hanya akan pergi.

Aku akan pergi dan itulah tujuanku. Tenang, aku ingat kita sudah berpisah. Jadi aku tak akan mengunjungi rumahmu. Melainkan justru aku akan mendekati hal-hal yang membuatku jauh darimu.

Kau sudah kubebaskan. Tak lagi seperti bayi kura-kura kecil yang kupelihara di dalam botol pasir. Kau kubebaskan.

Karena dulu, aku memang mengambilmu dari alam, kini, kukembalikan pula kau ke asalmu.

Dengan harapan... tak ada satu pun orang yang sanggup menghalangimu karena kini, kau kubebaskan.

Tak ada yang baru di bawah langit. Waktu cuma siasat cuaca buruk yang berusaha menahan kita di antara tempat. Masa lalu dan masa sekarang. Aku pernah mendapatkan keduanya bersamamu. Namun setelah kita berpisah, aku sadar harus rela memilih salah satu dari mereka.

Dan hari ini, kurasa, aku akan pergi. Maaf, aku tak membawa serta perlengkapan yang kubutuhkan untuk mengingat kenangan kita. Aku tak ingin membebani perjalanan sederhanaku untuk terus mengingatmu. Untuk terus berada di bawah bayang-bayangmu.

Sebab aku berharap, kelak jika suatu saat aku kembali, aku hanya ingin kembali dengan cara yang lebih baru.

Kau mungkin tak akan mengenaliku lagi sebagai sosok yang lama.

Tentu itu sebuah kemujuran, bahwa dengan sebab yang jelas, hidup ini adalah kepastian yang membuat kita beranjak mengambil keputusan.

Aku akan pergi, membisik murung ke dalam hatimu selamat tinggal. Semoga kau dengar. Suara yang baru saja kulemparkan. Hingga nanti, meski kuucapkan selamat jalan. Sampai jumpa di masa depan yang lebih baru dan berlangsung lama.

22 Desember 2017

No comments

Powered by Blogger.